SURAKARTA, (03/07/2026), RS Kardiologi Emirates Indonesia (RS KEI) menerima kunjungan dari BPJS Kesehatan Pusat dalam rangka Penguatan Sinergi Layanan Jantung bagi Peserta JKN. Kegiatan ini merupakan bagian upaya BPJS Kesehatan dalam memantau dan mengevaluasi penyelenggaraan pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut, khususnya di rumah sakit khusus jantung yang tergolong baru beroperasi di wilayah Jawa Tengah.
Kunjungan supervisi ini dihadiri langsung oleh Deputi Direksi Bidang Manajemen Mutu dan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan (MMKFK) BPJS Kesehatan, Bapak Arief Syaefudin, SKM. Turut hadir pula Direktur Utama RS Sardjito, Dr. dr. Romaniyanto, Sp.BO(K), MARS., yang berperan sebagai rumah sakit pengampu RS Kardiologi Emirates Indonesia. Dari RS KEI, turut hadir Direktur RS Kardiologi Emirates Indonesia, dr. Ali Zaenal Abidin, Sp.JP., FIHA, dan jajaran manajerial.
Tidak hanya Deputi Direksi Bidang Manajemen Mutu dan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan (MMKFK) BPJS Kesehatan, sejumlah pejabat penting BPJS Kesehatan Pusat turut hadir dalam agenda supervisi ini, di antaranya Deputi Direksi Bidang Manajemen Klaim dan Utilisasi ,Bapak Mulyo Wibowo, Deputi Direksi Wilayah VI, Bapak Rahmad Asri Ritonga, Asisten Deputi Bidang Kebijakan Penjaminan Manfaat Rujukan, Ibu Nur Indah Yuliaty dan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Ibu Debbie Nianta Musigiasari. Selain itu, jajaran Duta BPJS Kesehatan yang turut mendampingi jalannya kegiatan.
Direktur RS KEI, dr. Ali Zaenal Abidin, Sp.JP., FIHA menyanpaikan gambaran menyeluruh mengenai RS Kardiologi Emirates Indonesia sebagai rumah sakit khusus jantung yang berdiri melalui hibah Pemerintah Uni Emirat Arab dalam kerangka Zayed Humanitarian Legacy Initiative. RS KEI mulai beroperasi sejak Oktober 2025 dan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto pada November 2025.
Selain itu, disampaikan pula penjelasan mengenai penyelenggaraan pelayanan JKN di RS KEI, termasuk dukungan teknologi kesehatan jantung mutakhir yang dimiliki rumah sakit, seperti Cathlab Siemens Artis Q Hybrid, CT Somatom Go.Top, MRI Siemens Magnetom Sempra, ECMO Maquet Cardiohelp, hingga IABP Cardiosave. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan layanan jantung berkualitas bagi masyarakat Jawa Tengah yang sebelumnya harus dirujuk ke Jakarta atau Surabaya.
Direktur Utama RS Sardjito, Dr. dr. Romaniyanto, Sp.BO(K), MARS., menyoroti pentingnya kolaborasi antara rumah sakit rujukan dan RS KEI dalam memperkuat sistem rujukan berjenjang guna memastikan peserta JKN memperoleh akses layanan jantung yang optimal.
Sedangkan Deputi Direksi Bidang MMKFK BPJS Kesehatan, Bapak Arief Syaefudin, SKM., menyampaikan arahan sekaligus evaluasi terkait penyelenggaraan program JKN di RS KEI. Kegiatan ini memastikan standar mutu pelayanan bagi peserta JKN tetap terjaga di RS KEI sebagai fasilitas kesehatan yang relatif baru bergabung dalam jejaring BPJS Kesehatan. Kegiatan supervisi ini diharapkan dapat semakin mempererat sinergi antara RS KEI, RS Sardjito, dan BPJS Kesehatan dalam upaya bersama menghadirkan pelayanan kesehatan jantung yang optimal, khususnya bagi peserta JKN di wilayah Surakarta dan sekitarnya.
Dengan terselenggaranya supervisi ini, RS KEI menegaskan komitmennya sebagai rumah sakit khusus jantung yang tidak hanya mengedepankan teknologi kesehatan mutakhir, tetapi juga kepatuhan terhadap standar pelayanan JKN demi kepentingan masyarakat luas.
